Jan 16, 2014
Jan 15, 2014
Menanti Dunia Berubah
aku dan semua temanku..
kami masih tak paham..
mereka berkata, kami tak pernah bisa..
dan mungkin tidak akan pernah bisa..
kini, kami melihat segalanya tak berjalan benar..
dengan dunia, dan para pemimpinnya..
kami hanya merasa, kami tak banyak berarti..
untuk menentang dan melawan mereka
jadi kami menanti..
(menanti)
menanti dunia berubah..
kami menanti..
(menanti)
menanti dunia berubah..
sulit untuk melawan sistem..
jika berada di lingkaran terjauh..
jadi kami menanti..
(menanti)
menanti dunia berubah..
kini, andai kami punya kuasa..
untuk memulangkan tetangga kami dari perang..
mereka tak perlu melewatkan natal..
dan tak perlu menggantung medali di pintu mereka..
dan ketika kamu percaya dengan televisi..
apa yang kamu dapat ialah apa yang kamu peroleh..
karena ketika mereka memegang informasi..
oh, mereka dengan gampang memutarbalik yang mereka mau.
itulah mengapa kami menanti..
(menanti)
menanti dunia berubah..
kami tetap menanti..
(menanti)
menanti dunia berubah..
bukan karena kami tak peduli..
namun kami mengerti, pergelutan ini tidak akan berarti..
menanti dunia berubah..
bukan karena kami tak peduli..
namun kami mengerti, pergelutan ini tidak akan berarti..
jadi kami menanti..
(menanti)
menanti dunia berubah..
dan kami masih menanti..
(menanti)
menanti dunia berubah..
suatu saat generasi muda..
akan memimpin populasi..
menanti dunia berubah..
menanti dunia berubah..
menanti dunia berubah..
dan kami masih menanti..
(menanti)
menanti dunia berubah..
suatu saat generasi muda..
akan memimpin populasi..
jadi kami menanti..
(menanti)menanti dunia berubah..
tidak, kami menanti..
(menanti)menanti dunia berubah..
menanti dunia berubah..
menanti dunia berubah..
menanti dunia berubah..
menanti dunia berubah..
(John Mayer)
Jan 8, 2014
papirus
kita tidak boleh pragmatis dalam melihat hidup. jangan hanya bicara tentang esok atau nanti sore..cobalah berpikir lebih jauh dan skalanya dibesarkan..zoom out cara pandang mu..agar sesuatu bisa dilihat dan direncanakan dengan benar..
papirus
ada yang menjelajah angkasa, ada yang menjelajah dunia, ada pula yang
menjelajah lautan. dan aku... aku cukup
menjelajah pikiran..karena pikiran ku lebih
dalam dari samudra, lebih dahsyat dari angkasa, dan lebih panjang dari
kumpulan jalanan..itulah alasan mengapa aku lebih banyak merenung
termenung ketimbang menyemai jejak diberbagai kota. aku hanya
disini saja, terlihat redup namun kuyakin jiwa ini sungguh makin
menyala..makin siap meledak yang kupikir akan berujung pada penciptaan
legenda atau menjadi pasien rumah sakit jiwa. *aku siap meniti jalan legenda*
Gravitasi
Ia seharusnya bekerja sebagaimana adanya, namun pria ini berpikir eksistensi gravitasi menghalangi cinta.
Gravitasi..
bekerja melawanku..
dan Gravitasi..
ingin menghempasku kebawah..
Oh..ku tak tahu, mengapa begini..
dengan semua cinta yang lelaki ini pernah miliki.
bak merangkai mimpi yang lantas dicampakkan..
Gravitasi..
bekerja melawanku..
dan Gravitasi..
ingin menghempasku kebawah..
dua kali lebih besar, bukanlah dua kali lebih baik..
tak mampu bertahan layaknya satu setengah
makin besar inginku..
makin menghentak hingga ku berlutut..
gravitasi, menjauhlah dariku..
dan gravitasi...
telah menghancurkan lelaki yang lebih baik daripada ku (bagaimana bisa begitu?)
ooh..
tempatkan aku ditempat yang terang..
tempatkan aku ditempat yang terang..
tempatkan aku ditempat yang terang..
ayo...tempatkan aku ditempat yang terang..
ayo...tempatkan aku ditempat yang terang..
ooh..dimana tempat terang itu?
(John Mayer)
Gravitasi..
bekerja melawanku..
dan Gravitasi..
ingin menghempasku kebawah..
Oh..ku tak tahu, mengapa begini..
dengan semua cinta yang lelaki ini pernah miliki.
bak merangkai mimpi yang lantas dicampakkan..
Gravitasi..
bekerja melawanku..
dan Gravitasi..
ingin menghempasku kebawah..
dua kali lebih besar, bukanlah dua kali lebih baik..
tak mampu bertahan layaknya satu setengah
makin besar inginku..
makin menghentak hingga ku berlutut..
gravitasi, menjauhlah dariku..
dan gravitasi...
telah menghancurkan lelaki yang lebih baik daripada ku (bagaimana bisa begitu?)
ooh..
tempatkan aku ditempat yang terang..
tempatkan aku ditempat yang terang..
tempatkan aku ditempat yang terang..
ayo...tempatkan aku ditempat yang terang..
ayo...tempatkan aku ditempat yang terang..
ooh..dimana tempat terang itu?
(John Mayer)
Jan 6, 2014
Mengapa Georgia?
Dulu itu sebuah pertanyaan, namun kini telah kudapat jawaban...
Mengapa Georgia?
aku melaju di rute 85..
pada sebuah pagi yang mengakhiri seluruh senja..
terjebak dalam kesenduan..
hanya tersisa 4 pintu menuju apartemenku, namun..
aku tergugah untuk tetap melaju..
dan meninggalkan apapun dibelakangku..
karena ku tahu suatu saat..
tentang apa yang kan terjadi..
tentang jalan hidup yang kutempuh..
apa aku menjalaninya dengan benar?
apa aku menjalaninya dengan benar?
apa aku menjalaninya dengan benar?
mengapa, mengapa..oh georgia...mengapa?
kusewa ruangan dan kuselimuti seluruhnya..
dengan kayu, agar serupa tempat tinggalku
namun, semua berujung pada kehampaan..
mungkin ini hanyalah krisis paruh baya..
atau justru kerapuhan jiwaku
disisi lain, aku merenung..
tentang apa yang kan terjadi..
tentang jalan hidup yang kutempuh..
apa aku menjalaninya dengan benar?
apa aku menjalaninya dengan benar?
apa aku menjalaninya dengan benar?
mengapa, mengapa..oh georgia...mengapa?
lantas apa, merekah lah senyum diwajahku..
yang hanya tersimpan rapih dalam benakku
jangan percaya padaku, jangan...
ketika ku berkata: aku mengerti!
semua manusia demikian asing, namun..
itulah pilihan hidupku.
aku pikir, ada harga yang harus kubayar untuk itu..
percayalah "segala sesuatu terjadi dengan sebuah alasan"
namun tiada alasan menanyakan itu pada diri...
hanya jika aku menjalaninya dengan benar...
apa aku menjalaninya dengan benar?
apa aku menjalaninya dengan benar?
mengapa, mengapa..georgia...mengapa?
(John Mayer)
Mengapa Georgia?
aku melaju di rute 85..
pada sebuah pagi yang mengakhiri seluruh senja..
terjebak dalam kesenduan..
hanya tersisa 4 pintu menuju apartemenku, namun..
aku tergugah untuk tetap melaju..
dan meninggalkan apapun dibelakangku..
karena ku tahu suatu saat..
tentang apa yang kan terjadi..
tentang jalan hidup yang kutempuh..
apa aku menjalaninya dengan benar?
apa aku menjalaninya dengan benar?
apa aku menjalaninya dengan benar?
mengapa, mengapa..oh georgia...mengapa?
kusewa ruangan dan kuselimuti seluruhnya..
dengan kayu, agar serupa tempat tinggalku
namun, semua berujung pada kehampaan..
mungkin ini hanyalah krisis paruh baya..
atau justru kerapuhan jiwaku
disisi lain, aku merenung..
tentang apa yang kan terjadi..
tentang jalan hidup yang kutempuh..
apa aku menjalaninya dengan benar?
apa aku menjalaninya dengan benar?
apa aku menjalaninya dengan benar?
mengapa, mengapa..oh georgia...mengapa?
lantas apa, merekah lah senyum diwajahku..
yang hanya tersimpan rapih dalam benakku
jangan percaya padaku, jangan...
ketika ku berkata: aku mengerti!
semua manusia demikian asing, namun..
itulah pilihan hidupku.
aku pikir, ada harga yang harus kubayar untuk itu..
percayalah "segala sesuatu terjadi dengan sebuah alasan"
namun tiada alasan menanyakan itu pada diri...
hanya jika aku menjalaninya dengan benar...
apa aku menjalaninya dengan benar?
apa aku menjalaninya dengan benar?
mengapa, mengapa..georgia...mengapa?
(John Mayer)
Jan 2, 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)