disaat semua telah tenang, aku disini..masih berjuang.
Jan 9, 2011
Dec 28, 2010
papirus
apakah aku benar-benar hidup?
benarkah ini aku yang sedang menulis. atau aku sedang digerakkan dengan remote control oleh sesuatu ditempat yang tak terlihat.
gila.
benarkah ini aku yang sedang menulis. atau aku sedang digerakkan dengan remote control oleh sesuatu ditempat yang tak terlihat.
gila.
Nov 30, 2010
papirus
"dewasa"..
sungguh merupakan kata yang aneh ketika kita tidak tahu mengenai definisinya. apakah dewasa berkaitan dengan usia? saya meragukan itu lantara banyak makhluk disekitar saya yang telah berusia tua namun masih gemar berlaku kanak-kanak. apakah dewasa berkaitan dengan pola pikir? saya malah bingung bagaimana pola pikir dewasa tersebut. atau lebih spesifiknya apakah dewasa memiliki pola.
jika berbicara mengenai film dewasa, maka tak satupun yang mengacu pada sinetron, padahal nyaris semua sinetron bukan diperuntukkan bagi anak-anak, dan diperankan oleh orang dewasa. film dewasa malah mengacu pada adegan vulgar dan telanjangisme yang diekspos secara agresif. lantas muncul pikiran, bagaimana mungkin film semacam ini hanya ditonton oleh orang yang mengaku dewasa, sementara reaksi manusia setelah menyaksikannya sangan variatif dan beragam. artinya, apakah dengan membatasi usia penonton film ini, maka efek buruknya dapat dikurangi? saya sangsi. dan dimana letak kedewasaannya jika setelah menonton film ini justru mengundang sifat yang tidak dewasa, seperti memperkosa atau berhubungan seks bebas.
maka saya sangsikan definisi dewasa dalam setiap aspek. saya pikir tidak ada yang benar-benar bisa mendefinisikan dewasa. maka saya usul sebaiknya dewasa dihapus saja dari kamus besar. buat apa coba?
sungguh merupakan kata yang aneh ketika kita tidak tahu mengenai definisinya. apakah dewasa berkaitan dengan usia? saya meragukan itu lantara banyak makhluk disekitar saya yang telah berusia tua namun masih gemar berlaku kanak-kanak. apakah dewasa berkaitan dengan pola pikir? saya malah bingung bagaimana pola pikir dewasa tersebut. atau lebih spesifiknya apakah dewasa memiliki pola.
jika berbicara mengenai film dewasa, maka tak satupun yang mengacu pada sinetron, padahal nyaris semua sinetron bukan diperuntukkan bagi anak-anak, dan diperankan oleh orang dewasa. film dewasa malah mengacu pada adegan vulgar dan telanjangisme yang diekspos secara agresif. lantas muncul pikiran, bagaimana mungkin film semacam ini hanya ditonton oleh orang yang mengaku dewasa, sementara reaksi manusia setelah menyaksikannya sangan variatif dan beragam. artinya, apakah dengan membatasi usia penonton film ini, maka efek buruknya dapat dikurangi? saya sangsi. dan dimana letak kedewasaannya jika setelah menonton film ini justru mengundang sifat yang tidak dewasa, seperti memperkosa atau berhubungan seks bebas.
maka saya sangsikan definisi dewasa dalam setiap aspek. saya pikir tidak ada yang benar-benar bisa mendefinisikan dewasa. maka saya usul sebaiknya dewasa dihapus saja dari kamus besar. buat apa coba?
Oct 22, 2010
papirus
pukul satu dini hari... aku mendapati tubuhku nyaris membeku dalam kenyamanan yang ditawarkan dunkin donuts kaliurang. aku benar-benar sendiri kawan...seperti anak hilang dalam pelariannya dari rumah.
nyaris 4 jam lebih aku berdiam disebuah pojok yang tidak terlalu enak, tapi lama-lama justru semakin betah. kuhabiskan beberapa jam sebelumnya untuk mempelajari matematika ekonomi yang complicated (karena bisa gampang bisa susah). melihat suasana sekitar, seperti anomali. keramaian yang tidak terlalu bising di tengah malam begini. sungguh luar biasa.
nyaris semua membuka laptop atau membuka buku-buku tebal yang tidak jelas kegunaannya untuk masa depan. dan aku? hanya membawa catatan yang akan kuselesaikan dalam dua episode. episode terakhir adalah esok pagi sebelum ujian pukul dua.
semakin malam, mataku semakin menyala, berbanding terbalik dengan otakku, yang sudah merosot performanya. tak salah dua soal pertama kuselesaikan lebih dari satu jam.
mengingat malam seperti ini, aku teringat pada sebuah malam di masa kuliahku. aku lupa semester berapa, tapi aku ingat pernah berkali-kali mengajukan permintaan setiap ada gerakan bintang dilangit. aku tak ingat mengenai permintaan apa, tapi mungkin saja salah satu permintaan itu membawa ku pada saat ini, dan malam ini. tak ada yang bisa kuucapkan selain kata syukur bahwa segala nikmat, tak lain tak bukan atas ijin dari Nya. Nya yang terkadang aku lupa, Nya yang melindungi ku hingga sekarang, Nya yang maha tahu semua rahasia masa depanku, Nya yang maha sempurna hingga aku tak akan mencari pengganti.
dan kembali pada bumi, dimana aku berada, bersandar pada kursi rotan dengan bantalan nyaman. dan mendengar lagu-lagu melankolis dari tv kabel. aku menimati momen sendiri ini. betul
terima kasih.
nyaris 4 jam lebih aku berdiam disebuah pojok yang tidak terlalu enak, tapi lama-lama justru semakin betah. kuhabiskan beberapa jam sebelumnya untuk mempelajari matematika ekonomi yang complicated (karena bisa gampang bisa susah). melihat suasana sekitar, seperti anomali. keramaian yang tidak terlalu bising di tengah malam begini. sungguh luar biasa.
nyaris semua membuka laptop atau membuka buku-buku tebal yang tidak jelas kegunaannya untuk masa depan. dan aku? hanya membawa catatan yang akan kuselesaikan dalam dua episode. episode terakhir adalah esok pagi sebelum ujian pukul dua.
semakin malam, mataku semakin menyala, berbanding terbalik dengan otakku, yang sudah merosot performanya. tak salah dua soal pertama kuselesaikan lebih dari satu jam.
mengingat malam seperti ini, aku teringat pada sebuah malam di masa kuliahku. aku lupa semester berapa, tapi aku ingat pernah berkali-kali mengajukan permintaan setiap ada gerakan bintang dilangit. aku tak ingat mengenai permintaan apa, tapi mungkin saja salah satu permintaan itu membawa ku pada saat ini, dan malam ini. tak ada yang bisa kuucapkan selain kata syukur bahwa segala nikmat, tak lain tak bukan atas ijin dari Nya. Nya yang terkadang aku lupa, Nya yang melindungi ku hingga sekarang, Nya yang maha tahu semua rahasia masa depanku, Nya yang maha sempurna hingga aku tak akan mencari pengganti.
dan kembali pada bumi, dimana aku berada, bersandar pada kursi rotan dengan bantalan nyaman. dan mendengar lagu-lagu melankolis dari tv kabel. aku menimati momen sendiri ini. betul
terima kasih.
Sep 28, 2010
papirus
adakah kita bersapa, wahai setan penghuni neraka?
akukah yang terlalu merasa, atau didada ini engkau semakin berkuasa?
Sep 23, 2010
Arti
*sekali berarti, setelah itu mati...
ada kalanya frasa itu mengambang dibenakku sebagai refleksi sejauh mana aku telah berarti bagi diriku dan orang lain. Karena hidup tidak hanya tentang aku, tapi tentang semua hal disekitarku, bagaimana semua hal itu berkaitan, saling bersentuh, sehingga mencipta sebuah tindakan yang aku, dan orang lain rasa. Apakah tindakan itu berarti adalah perkara nilai.
Seandainya dalam hidupku ini, aku telah berarti bagi orang lain...
Sungguh, dalam kekacaubalauan ini, Aku ingin melakukan sesuatu untuk dunia.
ada kalanya frasa itu mengambang dibenakku sebagai refleksi sejauh mana aku telah berarti bagi diriku dan orang lain. Karena hidup tidak hanya tentang aku, tapi tentang semua hal disekitarku, bagaimana semua hal itu berkaitan, saling bersentuh, sehingga mencipta sebuah tindakan yang aku, dan orang lain rasa. Apakah tindakan itu berarti adalah perkara nilai.
Seandainya dalam hidupku ini, aku telah berarti bagi orang lain...
Sungguh, dalam kekacaubalauan ini, Aku ingin melakukan sesuatu untuk dunia.
Sep 22, 2010
papirus
Tempat ini menawarkan ketenangan untukku, dengan posisi duduk dipojok berbatas dengan jendela, persis menghadap perempatan lampu merah yang lumayan padat. Tak kusangka KFC memiliki kualitas tempat senikmat ini.
Tempat ini memberikan kesejukan dibalik keresahan dan kegalauan yang belakangan ini muncul. Benar, aku seperti bukan dijogja. Entah kenapa muncul berbagai inspirasi disini.
Ah...mengapa tempat itu harus KFC.
Tempat ini memberikan kesejukan dibalik keresahan dan kegalauan yang belakangan ini muncul. Benar, aku seperti bukan dijogja. Entah kenapa muncul berbagai inspirasi disini.
Ah...mengapa tempat itu harus KFC.
renungan pagi.
Aku percaya hidup akan jauh lebih baik ketika kita berada disamping seorang pasangan yang kita cintai. Aku yakin, hidup setelah menikah akan jauh lebih baik. Hidupku, seperti saat ini, entah kenapa kurang tenang. Banyak pikiran. Uang masuk dan keluar begitu gampang. jutaan jumlahnya dan tak tersimpan.
Temanku bercerita bahwa nanti ketika menikah, pengeluaran akan jauh lebih teratur, dan hidup pun jauh lebih baik. Benarkah demikian? Jika ya, maka aku tak sabar untuk menunggu waktu pernikahanku nanti.
Mungkin aku tipe Familyman, yang jauh lebih betah bersama keluarga ketimbang harus kasak kusuk dengan urusan kerja. Kebahagiaan keluarga bagiku target utama, dan karir setelahnya.
Papa ku telah memberikan contoh luar biasa tentang bagaimana pentingnya menjadi Familyman. Tidak ada diantara aku dan adikku yang terjerat masalah narkoba, kekerasan, bahkan kami merokok pun tidak. Padahal dulu, Papa adalah perokok berat. Dan buatku, itu sebagian kecil contoh yang diberikan oleh Papa mengenai pentingnya menjadi seorang Familyman. Sebuah nilai yang tidak bisa secara instan terjadi begitu saja, namun nilai itu ditanamkan dan dipupuk dari hari ke hari hingga saat ini aku mendekati 25 tahun.
Papa berhasil mendidik dalam keluarga kami yang sederhana.
Temanku bercerita bahwa nanti ketika menikah, pengeluaran akan jauh lebih teratur, dan hidup pun jauh lebih baik. Benarkah demikian? Jika ya, maka aku tak sabar untuk menunggu waktu pernikahanku nanti.
Mungkin aku tipe Familyman, yang jauh lebih betah bersama keluarga ketimbang harus kasak kusuk dengan urusan kerja. Kebahagiaan keluarga bagiku target utama, dan karir setelahnya.
Papa ku telah memberikan contoh luar biasa tentang bagaimana pentingnya menjadi Familyman. Tidak ada diantara aku dan adikku yang terjerat masalah narkoba, kekerasan, bahkan kami merokok pun tidak. Padahal dulu, Papa adalah perokok berat. Dan buatku, itu sebagian kecil contoh yang diberikan oleh Papa mengenai pentingnya menjadi seorang Familyman. Sebuah nilai yang tidak bisa secara instan terjadi begitu saja, namun nilai itu ditanamkan dan dipupuk dari hari ke hari hingga saat ini aku mendekati 25 tahun.
Papa berhasil mendidik dalam keluarga kami yang sederhana.
Subscribe to:
Posts (Atom)